Fenomena pembatasan hak bicara di Indonesia
oleh : Achmad Saptono (Panggil;Tino)
Indonesia yang kita tahu menganut sistem demokrasi. Sebuah sistem yang seharusnya bisa membebaskan masyarakat untuk memilih, terlibat dan atau Demokrasi yang sering kita artikan sebagai sebuah sistem kepemimpinan yang dari rakyat oleh rakyat serta untuk rakyat. Itu memang sebuah definisi Demokrasi yang ideal, akan tetapi dalam pelaksanaannya Demokrasi berjalan pincang. Masih banyak kebijakan-kebijakan yang dibuat secara sepihak.
Lihat saja, kebijakan menaikkan-menurunkan bahan bakar minyak (BBM), sembako dan lain sebagainya. Apakah pemerintah terlebih dahulu menanyakan kepada warga masyarakatnya secara langsung? Saya pikir, Kebijakkan tersebut hanya tak-tik pemerintah yang ingin mencari-cari keuntungan. BBM/sembako naik membuat masyarakat panik, tak lama kemudian Pemerintah mencoba mengalihkan kepanikan itu dengan memberi bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat. Luar biasa trik yang dimainkan sama pemerintah kita itu ya?
Belum selesai masalah itu, muncul permasalahan pembatasan kebebasan pada seorang ibu dari 2 anak : ibu Prita, kita kok kaya hidup beberapa puluh tahun yang lalu ya? kaya jaman orde baru. Jujur, saya juga merasakan dampak dari adanya fenomena Ibu Prita tersebut. saya menjadi ragu ketika menulis di dunia internet, waktu saya menulis tulisan ini pun perasaan saya serasa hidup di jaman orde baru. hhohoww....merindiiing...
Selasa, 09 Juni 2009
Tags
- all about my mind (43)
- Berbagi (5)
- Mari Merenung (5)
- Mirip Puisi (45)
- Nyeni (8)
- pengalamankoe (5)
- Profil Seniman (2)
- Sejarah (1)
- unek2 (17)
- warning2 (1)
Pages
Popular Posts
-
“Monolog : Homo Homini Lupus” Karya : Achmad Saptono Manusia yang satu adalah serigala bagi manusia lainya. Manusia tidak bertindak sebaga...
-
Janda di dada aing! Oleh : Tino Achmad Saptono* Aku pria 22 tahun yang baru saja lulus kuliah tahun lalu, namun sekarang sudah b...
-
“Mensana in Corporesano” Oleh : Achmad Saptono Pemain : Aleksander (Pria Dewasa 40 Tahun) Junos (Supir Truk Sampah 45 Tahun) Pierce (Pemul...
-
Warnetku warnet kita berdua Oleh : Achmad Saptono (Panggil; Tino) "Dunia serasa milik kita berdua, kata-kata indah ini mungkin yang a...
-
Citra Perempuan Dalam Media Oleh : Achmad Saptono (Panggil ; Tino) Ayahku selalu, berkata padaku, jadi laki-laki ga boleh nangis, haru...
-
GAGEMONI !! Oleh : Achmad Saptono Pemain: Bupati Ajudan Bupati Polisi Seniman I, II Mahasiswa/Demons...
-
Melalui Latihan Dasar Teater Oleh : Achmad Saptono (Panggil ; Tino)* Dalam membacakan puisi, dikenal dengan tiga gaya, yaitu g...
-
Aku rindu malamku Bayangan itu selalu ada Di setiap embun dan jam yang berdetik Saat aku membuka jendela Bayangan itu datang di setiap pen...
-
"Apa yang Berharga dari Puisiku" Karya Wiji Thukul Apa yang berharga dari puisiku Kalau adikku tak berangkat sekolah ...
-
MONOLOG : R E P U B L I K T I K U S Oleh : Achmad Saptono [1] PROLOG : Selamat datang di REPUBLIK TIKUS untuk seluruh warga dari...







0 comments:
Posting Komentar