"Sekadar umpatan yang tersimpan dalam barisan kata"

Senin, 20 Mei 2024

Refleksi Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024

 

"Apa yang Berharga dari Puisiku"

Karya Wiji Thukul

 

Apa yang berharga dari puisiku

Kalau adikku tak berangkat sekolah

karena belum membayar SPP

 

Apa yang berharga dari puisiku

Kalau becak bapakku tiba-tiba rusak

Jika nasi harus dibeli dengan uang

Jika kami harus makan

Dan jika yang dimakan tidak ada?

 

Apa yang berharga dari puisiku

Kalau bapak bertengkar dengan ibu

Ibu menyalahkan bapak

Padahal becak-becak terdesak oleh bis kota

Kalau bis kota lebih murah siapa yang salah?

 

Apa yang berharga dari puisiku

Kalau ibu dijiret utang?

Kalau tetangga dijiret utang?

 

Apa yang berharga dari puisiku

Kalau kami terdesak mendirikan rumah

Di tanah-tanah pinggir selokan

Sementara harga tanah semakin mahal

Kami tak mampu membeli

Salah siapa kalau kami tak mampu beli tanah?

 

Apa yang berharga dari puisiku

Kalau orang sakit mati di rumah

Karena rumah sakit yang mahal?

 

Apa yang berharga dari puisiku

Yang kutulis makan waktu berbulan-bulan

Apa yang bisa kuberikan dalam kemiskinan

Yang menjiret kami?

 

Apa yang telah kuberikan

Kalau penonton baca puisi memberi keplokan

Apa yang telah kuberikan

Apa yang telah kuberikan?



Semarang, 6 Maret 1986


*Link Video, Klik di sini : 

Share:

Related Posts:

0 comments:

Posting Komentar

Counter Powered by  RedCounter

Pages

Popular Posts

About Me

Foto saya
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
Seorang Presiden di negara Republik Tinosia

Followers