"Sekadar umpatan yang tersimpan dalam barisan kata"

Selasa, 27 April 2010

Aku rindu malamku

Bayangan itu selalu ada
Di setiap embun dan jam yang berdetik
Saat aku membuka jendela

Bayangan itu datang di setiap penjuru
Mengikatku…
Dari balik punggungku
Mengintipku dari celah-celah cahaya

Bayangan itu merubah langkahku
Merubah malamku
Seketika aku ajak bayangan itu bercengkerama

Aku menegurnya dengan sapaan
Siapa kamu?
Dan bayangan itupun dengan akrabnya dia melambaikan tangan
Mendekatiku, bersalaman denganku

Saat kupandangi bayangan itu
Tak kudapati apa warnanya
Bagaimana wajahnya
Dogo argentina pun tak kan mampu melacak siapa dia
Beberapa waktu lalu bayangan itu menyapaku

Ah, aku pun semakin bingung dibuatnya
Aku pun semakin susah menemukan malam-malamku
Ingin aku lari, tapi aku enggan….
Aku bukan pelari...


Kantin FISIP, pukul 01 dini hari
Purwokerto, 27 April 2010
Share:

Kamis, 01 April 2010

Perayaan salah kaprah


APRIL MOP : Perayaan Tanpa Esensi
 oleh : Achmad Saptono

Pagi itu di sebuah kantin kampus, datang sekelompok mahasiswa dan mahasiswi dengan kostum berwarna-warni layaknya pengunjung pusat perbelanjaan. Mereka duduk di meja kantin paling selatan yang berada di depan meja tempat aku duduk menikmati segelas kopi. Suasana kantin yang tadinya sepi seketika berubah menjadi sahut-sahutan mahasiswa/mahasiswi memanggil pelayan dan memesan makanan serta minuman. Sambil menunggu pesanan datang, seorang mahasiswa yang akrab di panggil Amar, laki-laki berambut lurus – panjang sebahu memulai perbincangan dengan bertanya kepada lima temannya, “eh… besok kan tanggal 01 april, enaknya kita bikin acara apa ya?....”. belum selesai Amar bertanya tiba-tiba Aldo temannya memotong pertanyaannya, “Gimana kalo besok kita kerjain si Danu aja?”
*Kurang lebih seperti di atas ilustrasi perbincangan yang ada ketika menjelang bulan APRIL.
Entah kenapa alasannya tanggal 01 April seolah menjadi hari yang special. Perayaan dengan membuat kejutan kepada teman dekat, pacar, kekasih atau orang-orang yang mempunyai hubungan tertentu dengan si pelaku yang merayakan APRIL MOP. APRIL Mop, dikenal dengan April Fools' Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari tersebut, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap teman dan tetangga, dengan tujuan mempermalukan mereka-mereka yang mudah ditipu.
*Aku pribadi jujur masih bingung kenapa APRIL MOP dimaknai dan dirayakan seperti itu, nah… untuk lebih jelasnya mari kita tengok sejarah APRIL MOP!z
SEJARAH APRIL MOP
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.
Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.
Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.
Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.
Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.
Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).
Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.

*Diambil dari berbagai Sumber
*Buat kalian yang masih atau ingin meryakan APRIL MOP dengan membuat lelucon, menipu orang atau sejenisnya aku saranin pertimbangkan lagi deh….


Share:

Selasa, 16 Maret 2010

Tiada Kesan


“Sorry ya, sebelumnya aq minta maaf, aq uda gmau ad urusan lg mslh kkn, kkn uda slese, klo bs tlong anggep aj g knl ma aq, krn aq jg uda lpain klian smua, sblumnya maaf bgt, gusah dbls.” Sent : 21:35:45/15-03-2010.

Satu paragraf tulisan di atas aku ketik ulang dari inbox handphone’ku beberapa jam yang lalu. Pertama kali aku baca sms itu, ekspresi yang muncul dari raut wajahku adalah tersenyum kemudian disusul oleh rasa penasaran “betapa mudahnya dia mengirim sms ini” dan setelah itu aku kembali terkekeh sendiri. Ckckckkck….. kenapa se cetek itu analisanya?

Masih penasaran dengan maksud sms itu akhirnya aku pun buka FB kemudian nge’cek FB si pengirim sms tadi, ternyata aku mendapati status FB nya : “FUCKING VILLAGE “ dengan comment di bawahnya yang menunjukkan bahwa sengaja dia mengirim sms tersebut untuk memutuskan hubungan pertemanannya dengan temen-temen KKN’nya. Hahahahahahahaa….. kembali aku tertawa dan sesekali bertanya-tanya dalam hati di depan note book. Maksud kamu apa? H+2 perpisahan KKN aku sms tanya tentang kapan mau kumpul ngerjain laporan ga di bales, sekarang malah tiba-tiba sms konyol!

Sampai unek-unek ini aku posting, sama sekali aku belum mendapatkan apakah laporan KKN sudah digarap atau belum, bahkan kabar/keberadaan mereka (temen-temen KKN) sedikitpun tak kuketahui.
Betapa konyolnya pengalaman KKN’ku ini, berbanding terbalik dengan pengalaman-pengalaman yang di rasakan banyak temenku. hhuFt…
Share:

Sabtu, 13 Maret 2010

Ngobrol ngenggo bahasa ngapak kok isin?

Bahasa ngapak banyumasan saya kira bukan bahasa yang sama sekali memalukan, ada keunikan dan ada kebanggaan tersendiri bagi saya ketika berbahasa ngapak. Ya, saya memang bukan warga asli banyumas. Turunan atau saudara saya yang asli banyumas pun saya tak punya. Saya asli Cirebon, domisili saya juga Cirebon. Berbahasa Cirebon : ira – kita (baca : kamu – saya), atau bahasa yang layaknya digunakan oleh orang-orang Cirebon pada umumnya sedikitpun saya tidak pernah merasa malu untuk berbicara dengan menggunakan bahasa Cirebon yang katanya kasar itu. Tapi, ketika teman saya yang asli Banyumas mengajak saya berbicara dengan menggunakan bahasa ngapak, saya pun mencoba untuk menggunakan bahasa ngapak. Terlepas dari fasih atau tidak saya berbahasa ngapak itu, saya tetap menggunakan bahasa tersebut walau kadang logat/intonasinya masih menggunakan logat Cirebon atau agak ke sunda-sundaan.

Sudah hampir 4 tahun saya tinggal di Kota yang terkenal dengan ngapaknya ini. Setiap hari kalau di prosentasekan, 70 – 80% keseharian saya baik di lingkungan kampus atau dimanapun saya akhirnya berbahasa ngapak. Kenapa? Karena memang mayoritas teman kuliah saya asli banyumas dan saya pikir dengan saya berbasaha ngapak minimal saya bisa lebih akrab lagi ngobrol dengan teman-teman saya yang asli banyumas tersebut. Dengan saya yang hanya menggunakan bahasa Indonesia di forum-forum resmi atau forum perkuliahan bukan berarti saya menafikan bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan kita, bahasa nasional kita. Beberapa waktu lalu kita berteriak-teriak “jangan sampai budaya kita di claim oleh bangsa asing”, tapi sadar atau pun tidak dengan kita yang enggan berbahasa ngapak maka lambat laun bahasa khas banyumas tersebut akan hilang kemudian bisa jadi muncul dan berkembang di Negara lain sehingga akan di claim oleh Negara tersebut. Semoga saja ini hanya ketakutan saya yang berlebihan akan eksistensi bahasa ngapak di Banyumas – Jawa Tengah.

Pengalaman saya selama di kota mendoan, banyak kalangan remaja asli banyumas baik laki-laki maupun perempuan yang enggan menggunakan bahasa banyumas karena merasa malu karena medoknya bahasa tersebut. Bahkan saya pernah mendapati statement dan status di FB yang isinya “ganteng-ganteng kok medok, atau cantik-cantik kok medok”. Betapa konyolnya andai status itu ditanggapi dengan serius! Pengaruhnya apa coba “bahasa yang medok” dengan “paras yang cantik atau ganteng”? hahahaa. . .
Banyaknya bahasa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah kekayaan yang luar biasa tak ternilai harganya saya kira. Masa hanya karena medoknya bahasa ngapak, kita malu untuk berbahasa ngapak? Apalagi tidak mau berbahasa ngapak karena takut tidak ada lawan jenis yang tertarik (I’ll feel) dengan kita. Monggo di refleksikan!!!
Share:

Kamis, 25 Februari 2010

aku rindu

Aku Rindu namun tak mampu

Bau asam keringat
Kantung mata yang menghitam
Dahi mengkerut dan mata yang memerah saling tatap
Berebut meraih idealisme
tak pernah aku dapati di sini
betapa aku sangat tidak siap terasing
aku sangat merindukan segelas kopi hitam dini hari
aku rindu teriakan-teriakan yang tertuang dalam lembar kertas di dinding
betapa aku tidak siap menjadi peluru
jangankan untuk menembus
menyentuh dinding itupun aku ragu
aku tak mampu
betapa aku belum siap dengan realitas yang ada

(PGL-BMS, 11 Feb 2010)

Share:

untukku dan untukmu

Untuk Kawanku …………

Kamu bukan kamu…
Dengan dahi berkernyit dan… lagi berkata
Kau tampak manis kali ini kawanku
Dua tangan yang kau simpan rapih di samping pinggang
Tak biasa aku melihatnya seperti itu
Kamu bukan kamu…
Senyum yang tak lepas
Tawa yang tersendat
Tak biasa aku mendapati itu padamu
Aku sok tahu katamu?
Tidak kawanku…
Bukan Cuma aku seharusnya yang kamu bilang sok tahu
Tapi mereka juga,
Aku hanya ingin tahu kawanku
Aku masih ingat benar suara langkah kakimu
Aku masih mencium semangatmu
Kamu bukan kamu…
Kamu yang aku kenal adalah kamu yang mampu melangkah pasti
Kamu yang tegas, kamu yang berani dan kamu yang mau mencari
Kamu tak sendiri kawanku!!!

(PGL-BMS, 11 Feb 2010)
Share:

Minggu, 17 Januari 2010

kulihat bulan

Aku melihat bulan dalam hatimu


Bagai pagi hari parasmu
Bagai firdaus senyummu
Bagai rindangnya dedaunan tatapmu
Suaramu adalah magnet bagi hatiku
Aku melihat bulan dalam hatimu


~Pwt, 10 nov 09~
Share:

Selasa, 22 Desember 2009

Samuel Beckett


Samuel Beckett

Samuel Beckett bernama lengkap Samuel Barclay Beckett. Ia lahir di Foxrock, Dublin, Irlandia, pada tanggal 13 April 1906 dan meninggal di Paris, tanggal 22 Desember 1989. Pada usia 21 tahun ( 1927 ) ia telah menyelesaikan jenjang pendidikan bachelor of arts (BA) dengan predikat sangat memuaskan di bidang sastra Italia dan Prancis. Kemudian, berkat dorongan guru-guru besarnya ia di kirim ke Prancis untuk mengajar bahasa Inggris di Ecole Nomale Superieure di Paris tahun 1928.
Dua tahun kemudian ia kembali ke tempat kelahirannya untuk mengajar bahasa dan sastra Prancis di Trinity College sekaligus menyeselesaikan Masternya. Tahun 1932 ia kembali lagi ke Paris dan tidak lagi meneruskan kariernya dibidang pendidikan, tapi ia lebih memilih sebagai penulis esai dan sastra dengan bergabung di kelompok kesenian.

Karya-karya Beckett banyak ditulis dalam bahasa Inggris dan Prancis. Selain menulis puisi dan novel Beckett pun menulis lakon – Menunggu Godot merupakan lokon pertamanya yang dibuat dan mengantarkan dirinya meraih hadiah Nobel tahun 1969 untuk bidang kesusastraan, tapi sebelumnya ia pun telah meraih berbagai penghargaan dibidang seni dan sartra yang di antaranya, Obie Award, Itali Prize dan disusul penghargaan lainnya seperti dari National Grand Prize for Theaterm New York Drama Critics Circle Citation.
Share:

Profil Anton Pavlovich Chekov




Anton Pavlovich Chekov lahir di kota pelabuhan kecil Taganrog, Rusia Selatan 29 Januari 1860. Terlahir dari keluarga kelas menengah, beliau sempat menikmati pendidikan memadai. Namun karena kebangkrutan bisnis ayahnya, mereka hidup dalam kemiskinan, sampai-sampai Chekov menghidupi diri dengan tulisan2 di media massa.

Pada masa itu tulisan-tulisan Chekov terbit di media2 humor populer, baru pada 1880an terbit cerpen-cerpennya yang lebih menunjukan kreativitas dan rasa seninya, ditandai dengan terbitnya kumpulan cerpen "Pusparagam Cerita". Pada saat itulah muncul karya-karyanya yang kemudian menjadi legendaris, seperti Ruang Inap No.6, Manusia Dalam Kotak, Wanita Dengan Anjing, dan Riwayat yang Membosankan.
Anton Chekov adalah raja cerpen Rusia yang banyak menginspirasi cerpenis2 yang muncul kemudian. Ciri khas cerpen2 Chekov adalah cerita yang merakyat, kehidupan orang yang "nyata" serta kritik sosial-kemasyarakatan yang kental, di zaman Komunis yang korup dan semena-mena.

Ciri karangan Chekov yang jujur menceritakan orang-orang yang biasa adalah kelebihannya di zaman itu. Sastra yang kental dengan imajinasi yang "membumbung tinggi" dan kaya akan bahasa "sulit" tidak berlaku bagi Chekov, dan justru di situlah kelebihannya. Membumi dan mengena.
Chekov juga menulis novel dan naskah drama, seperti Paman Vanya, Tiga Bersaudara, dan Kebun Ceri. Menurut Motinggo Busye (yang menganggap Chekov adalah gurunya) drama2 Chekov sangat kuat mengikat penonton melalui bentuk "farce" atau banyolan yang mengena. Chekov meninggal pada 2 Juli 1904.


Share:

Selasa, 15 Desember 2009

Puisi karyaku

Di Rumah Terindah

Hujan deras membasahi bumi
Aku sendiri bernyanyi hilangkan sunyi
Kucoba merangkai Puisi namun tetap sepi
Kucoba untuk menjerit, tapi apa yang terjadi...

Tetap saja aku sepi sendiri
Tetap saja aku merasa sunyi
Di rumah terindah aku bernyanyi

Kubernyanyi, Kuberpuisi dan Menari
Kutertawa, kuterluka dan bercanda

Di rumah terindah aku menyanyi
Di rumah terindah aku menangis
Di rumah terindah aku menari
Di rumah terindah aku tertawa
Di rumah terindah aku bercanda

Di rumah terindah aku dapati semua.....

                                              
                                                05 Des 09
                                                   19.33 WIBS

Share:

Jumat, 20 November 2009

Sajak kata

SAJAK KATA-KATA


Oleh : Achmad Saptono (Panggil ; Tino)



Setiap kata adalah senjata
Tetapi kadang kata tak menjadi bahaya tanpa rasa
Kata menjadi tak bermakna tanpa diasah
Tusukan kata-kata ngilunya melebihi puluhan tusukan belati tentara

Kalau ada yang terluka karena kata-kata
Adalah berbahaya jika tanpa penawarnya
Dan jika anda merasa takut akan ajal yang segera menyapa
Apakah anda percaya kata bisa menjadi penentu kehidupan manusia

Kata mampu membunuh semaunya
Perlahan atau bahkan sekaligus dengan hujaman racun
Yang menembus hati setiap manusia
Tirani orde baru tergeser karena kata
Orang menang dalam pemilu karena kata-kata
Lelaki merayu wanita dengan kata-kata
Pengacara mencari nafkah dengan kata-kata
Penyiar radio, televisi, Aktor...
Aktris... Sutradara... Iklan
Semua itu karena kata-kata


      "Pwt, 20 Nov 2009"
Share:

Gender & Media


Citra Perempuan Dalam Media
Oleh : Achmad Saptono (Panggil ; Tino)

Ayahku selalu, berkata padaku, jadi laki-laki ga boleh nangis,
harus slalu kuat...(The Lucky Laki - Bukan Superman )




Pagi hari setelah mencari kopi hangat dan sarapan, di jalan aku mendapati papan-pan iklan yang menempel di pohon dan tembok di pinggiran jalan. Sesampainya di kontrakan, di kamar aku terus berfikir "apakah ukuran cantik, ideal atau sempurnanya perempuan itu cuma ada pada bentuk/ukuran tubuhnya saja?". Pertanyaan-pertanyaan itu terus bermunculan dalam kepalaku, namun di sisi lain dalam hati aku bertanya "Tapi bukankah ketika gender terus diperjuangkan maka secara tidak langsung akan mengeksploitasi masing-masing pihak baik itu pihak laki-laki maupun perempuan?".
Lalu yang menarik lagi bagiku adalah kenapa para aktivis gender, sampai hari ini tetap konsisten memperjuangkan isu gender? Misal : Ada papan iklan di pinggir jalan yang bertuliskan "BUTUH ALAT UNTUK MEMPERBESAR PAYU DARA/ALAT KELAMIN? HUBUNGI 08xxxxxxxxxx", atau iklan-iklan yang ada di televisi "INGIN KULIT PUTIH DAN TETAP CANTIK?" Nah, bagiku teks dalam iklan-iklan itu secara ga langsung mendeskripsikan bahwa parameter ideal perempuan adalah tergantung pada beberapa organ tubuh saja. Sama saja perempuan itu sedang di eksploitasi kan?
Akhirnya aku ingat apa yang di ungkapkan oleh TAMRIN TAMAGOLA, bahwa menurutnya terdapat 5 (lima) citra perempuan dalam iklan media massa, antara lain :
  1. CITRA PIGURA: perempuan sebagai sosok yang sempurna dengan bentuk tubuh ideal. 
  2. CITRA PILAR: perempuan sebagai penyangga keutuhan dan penata rumah tangga.
  3.  CITRA PERADUAN: perempuan sebagai objek seksual. 
  4.  CITRA PINGGAN: perempuan sebagai sosok yang identik dengan dunia dapur. 
  5.  CITRA PERGAULAN: perempuan sebagai sosok yang kurang pede dalam bergaul.
Media massa di Indonesia tampaknya masih merupakan kekuatan konservatif, bukan progresif, bukan sebagai pendobrak nilai tapi sebagai penjaga status quo. Media masih mendiskriminasikan perempuan. Maaf, silahkan perhatikan iklan-iklan yang lainnya di media saat ini?



Share:

Kamis, 19 November 2009

SLANK & GERANAT

SLANK & Kontroversial Lagu Gosip Jalanan
Oleh : Achmad Saptono




Bisa dilemahkan,
ga bisa dimatikan,
ga terlihat,
tapi melumpuhkan!


(Album Virus)



Kiprah group band yang satu ini bukan hanya eksis di dunia musik/entertainment saja. Pasca lepas dari jeratan Narkoba mereka (SLANK) aktif dalam gerakan sosial yang memberantas peredaran Narkoba, GERANAT (gerakan anti narkoba) adalah tempat SLANK dan kawan-kawan menebus dosa sejarah di masa lalu.

mau tau bagaimana sejarah group band SLANK? simak lebih lanjut tulisan di bawah..

Sejarah Terbentuknya group Band SLANK :


Slank adalah nama salah satu grup musik papan atas Indonesia yang bermula dari Desember 1983 dengan pendirian Cikini Stones Complex (CSC), grup musik yang terdiri dari anak-anak SMA Perguruan Cikini, Jakarta. Di sinilah Bimo Setiawan (drum), Boy (gitar), Kiki (gitar), Abi (bass), Uti (vokal) dan Well Welly (vokal) mengekspresikan kesukaan mereka terhadap karya-karya Rolling Stones. Sayangnya grup ini tidak bisa bertahan dan membubarkan diri. Selanjutnya berturut-turut terjadi perombakan personil sampai akhirnya terbentuk formasi ke-14 pada tahun 1996 yang bertahan sampai sekarang. Formasi akhir ini, yang dimulai dari album ke-7 Slank, terdiri dari Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar) dan Abdee (gitar). Slank memiliki kelompok penggemar yang fanatik, yang biasa dikenal sebagai Slankers yang tersebar di beberapa kota baik di jawa maupun luar jawa.

Slank berdiri desember 1983. dengan nama awal cikini stone complex, dengan beranggotakan, Bimo Setiawan (drum), Boy (gitar), Kiki (gitar), Abi (bas), Uti (vokal), Wel Welly (vokal).Mereka sering membawakan musik2 dari Rolling Stone, idola mereka. Di tengah jalan beberapa dari mereka keluar. karena keuletan Bimbim, panggilan Bimo Setiawan membentuk band lagi dan merubah nama menjadi Red Evil. dengan formasi Bim2(drum), Bongky (gitar), Kiki (gitar), Denny (bas), Erwan (vokal). dan mereka sudah mulai berani memainkan lagu2 mereka sendiri.
Penampilan mereka diatas panggung yang cenderung seadanya dan slenge’an. sehingga para penonton sering menyebut mereka band slenge’an. mulai saat itu nama band mereka berubah menjadi Slank. Pergantian personil menjadi kebiasaan dalam band ini. sudah kali band ini ganti personil, dengan personel Bim2 (Drum), Kaka (Vokal), Bongky (Bas), Indra (Keyboard), Pay (Gitar).

Berkali-kali mengirim demo ke berbagai label, berkali2pula rekaman mereka ditolak. lalu mereka bertemu dengan seorang produser Budi Susatio. setelah mendengarkan musik mereka, Budi yakin bahwa musik mereka akan banyak disukai. karena musik mereka beda dari musik mainstream pada masa itu. Slank menggabungkan antara POP, ROCK N ROLL, BLUES, DAN ETNIK. yang menjadi warna musik Slank. Keyakinan Budhi terbukti. album pertama SUIT…SUIT..HE.HE… meledak di pasaran dengan hits maafkan dan memang. dengan album pertama itu pula slank mendapat penghargaan pertamanya di BASF award sebagai pendatang baru terbaik. sejak saat iu slank mulai dikenal masyarakat seluruh indonesia, dan terus berkarya. karya mereka antara lain: KAMPUNGAN, PISS, GENERASI BIRU, MINORITAS. Setelah penggarapan album minoritas slank kehilangan 3 anggota sekaligus Bongki,Indra,Pay (yang sekarang sukses dengn BIP-nya). akhirnya ka2 dan bim2 berjuang mempertahankan band ini. dengan 2 personel mereka mencoba membuat album baru, LAGI SEDIH. dengan dibantu Ivan (bass) dan Reynold (gitar). Hingga akhirnya tahun 1996 terbentuk formasi ke-14 yang terdiri dari Kaka (vokal), Bim2 (drum), Ivanka(bass), Ridho (gitar), Abdee (gitar). hingga sekarang mereka telah menelurkan 14 album: TUJUH,VIRUS, MATA HATI REFORMASI, 999+09 (dua album sekaligus), SATU-SATU, PLUR, SLANKISSME, SLOW BUT SURE. Album-album tersebut, belum termasuk album live dann album the best yang lainnya.

Tahun 2008 lalu group band yang punya banyak fans fanatik ini menuai protes dari pemerintah karena kritik yang ada dalam lagu "gosip jalanan".  Kalo penasaran dengan liriknya, ni di bawah aku tuliskan!!!


Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi
Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda
Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau … Kacau balau negaraku ini …
Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara
Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat
Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit
Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

download lagunya di sini


Untuk video gosip jalanan silahkan download videonya di sini

Silahkan analisis sendiri lirik di atas,
Piss....
Share:

Selasa, 17 November 2009

HAK PILIH



LULUS CEPAT ATAU LULUS TEPAT ;
Silahkan Memilih!
Oleh : Achmad Saptono (Panggil ; Tino)


"Lalu kapan saya akan diwisuda, adik kelas sudah lebih dulu. Hati cemas merasa masih begini, teman baik sudah di DO, orang tua di desa menunggu, calon istri gelisah menanti... "(Koboy Kampus ; Panas Dalam)
Lirik lagu Koboy Kampus karya Panas Dalam diatas mungkin akan menjadi sound track bagi mahasiswa-mahasiswa yang "betah" di kampus. Betah di kampus, bagi saya banyak sekali kriteria alasan yang dapat dijadikan faktor kenapa masih banyak mahasiswa yang memilih atau bukan karena pilihannya menjadi hidup (maaf; lama) di kampus.

Pertama, betah di kampus karena memang benar-benar merasa masih betah hidup di kampus, misal : karena merasa lebih enak menjadi mahasiswa yang selalu dikasih duit bulanan sama orang tua yang akhirnya mahasiswa itu merasa keenakan. Kedua, betah di kampus karena faktor akademik, misal : karena permasalahan nilai yang kurang/belum mencukupi standar kelulusan. Ketiga, betah di kampus karena "disayang" dosen pembimbing tugas akhir (skripsi), misal : dosen pembimbing yang susah ditemui di kantor, dosen pembimbing yang mengedapankan subyektifisme (selera/penilaian pribadi) saat membimbing mahasiswa skripsi atau susah di hubungi atau bisa jadi karena memang benar-benar sangat disayangi oleh dosen pembimbing skripsi. hohoow.... Keempat, betah di kampus karena "Cinta", Upss... misal : nunggu lulus bareng pacar yang satu atau dua angkatan dibawahnya. Kelima, betah di kampus karena masih merasa perlu menggali potensi sebagai mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja atau masih butuh banyak pengalaman dalam dunia mahasiswa. Tapi biasanya, kriteria alasan yang kelima ini sudah jarang ditemui, walau masih ada beberapa. hheu...
Kembali ke judul yang saya tuliskan di atas, LULUS CEPAT ATAU LULUS TEPAT adalah sebuah pilihan bagi setiap mahasiswa. Ketika orientasinya ingin LULUS CEPAT, ya monggo "autis" dengan kesibukan akademik, misal : kuliah terus, nyatet semua yang di tampilin slide power point/OHP dosen, jangan pernah membolos, mengerjakan semua tugas, pokoknya jangan pernah beralih ke kesibukan lain selain kesibukan yang terkait dengan kuliah, kuliah dan kuliah. Sedangkan ketika orientasinya adalah ingin LULUS TEPAT, konsekuensinya selain sibuk di akademik juga harus sibuk atau mau mencari ilmu/pengalaman lain di luar akademik, misal : kuliah sambil berorganisasi, kuliah sambil kerja, aktif di forum-forum diskusi (lembaga kajian) atau kuliah sambil aktif di kegiatan-kegiatan sosial yang ada baik di internal kampus maupun di luar kampus, tapi dengan catatan bagaimanapun caranya akademik jangan sampai terbengkalai. Jadi, maksud saya begini. Ketika si Mahasiswa itu aktif dalam organisasi atau kegiatan-kegiatan di luar akademik, mahasiswa itu juga harus aktif di akademik juga, misal : jangan cuma baca-baca buku di luar perkuliahan, tapi lahap juga buku-buku perkuliahan, aktif berdiskusi di kelas, tugas juga jangan lupa di kerjakan. Nah, kalau misalnya ternyata pihak fakultas memberlakukan kebijakan presensi mahasiswa minimal harus 75%, dalam satu semester, ya silahkan bagaimana caranya terserah anda yang menjalankan. Intinya manfaatkan jatah 25% yang boleh tidak hadir di kelas itu untuk kesibukan lain.
Dunia kerja saat ini memang banyak yang menuntut salah satu syarat bekerja, adalah lulusan yang mempunyai IPK minimal 2,75 atau ada juga lembaga tertentu yang hanya menerima lulusan yang mempunyai IPK minimal 3,00 atau bahkan mungkin lembaga yang hanya menerima lulusan yang mempunyai IPK diatas 3,00, sudah ada juga kali ya... Tapi kalau menurut saya, IPK tinggi tidak jaminan lulusan tersebut mempunyai skill atau keahlian lain. Bisa jadi lulusan itu gaptek (gagap teknologi), kurang pengalaman berorganisasi atau wacananya sempit (sekali lagi ; maaf). Makanya bagi anda (mahasiswa belum lulus atau yang sudah lulus) yang mempunyai IPK standar/biasa-biasa saja, jangan berkecil hati, tidak usah pake minder segala, apalagi kalau sampai bunuh diri (lebay : mode on) karena yang penting anda punya banyak skill, potensi atau keahlian lain, maka niscaya pasti banyak dunia kerja yang sesuai dengan skill atau potensi anda, atau malah kalau mau bisa jadi anda malah mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, misal : dengan membuat LSM, lembaga penelitian atau mendirikan industri kecil lainnya.
Sebagai penutup, sudah dibaca semua kan tulisan dari atas sampai bawah? Jadi, sekarang saya kembalikan ke anda lagi. Anda bebas menggunakan hak pilihnya, hheu... Silahkan memilih! Mau LULUS CEPAT ATAU LULUS TEPAT?


Share:

Pelajar & Life Style

Warnetku warnet kita berdua
Oleh : Achmad Saptono (Panggil; Tino)
"Dunia serasa milik kita berdua, kata-kata indah ini mungkin yang ada dalam benak mereka yang sedang asyik berduaan dalam satu kamar berukuran ± 1,5 x 2 meter".


Selasa, 20 Oktober 2009 lalu sepulang dari aksi di depan gedung DPRD Banyumas menuntut realisasikan anggaran pendidikan 20 %, naikan UMK/gaji buruh, realisasikan biaya kesehatan gratis dan beberapa tuntutan lainnya aku ngobrol dengan kedua temanku. Salah satu temanku mengawali pembicaraan tentang adanya warnet (warung internet) mesum di sekitar jalan Kampus-Purwokerto. "Aku pernah memergoki pasangan siswa SMA yang sedang berbuat mesum di warnet itu", ucapnya. Waktu itu dengan nada becanda aku menyela "ga mungkin banget, emang bisa di tempat rame kaya gitu?". Temanku yang satu lagi pun senada dengan apa yang aku lontarkan. Akan tetapi lama-kelamaan temanku yang sudah pernah memergoki itu menambahkan "gini aja, sekarang aku ajak kamu ke sana buat observasi langsung, ntar kita sambil nge'Net sebentar & jangan kawatir, tar nge'Netnya aku yang bayarin". Setelah itu akhirnya aku pun mau ikut dengannya untuk observasi langsung dan "dengan catatan, hal ini andaikata benar terjadi nanti akan kita tindak lanjuti". Ucapku. Akhirnya aku dan kedua temanku mendatangi "warnet mesum" tersebut.

Kurang lebih 15 menit antre di ruang tunggu, dengan penuh rasa penasaran aku mengamati tiap bilik/ruang internet di sekitar tempat dudukku. Tiba-tiba, "ruang 12 kosong mas", operator/kasir memanggil. Aku bersama temanku yang pernah memergoki itu langsung saja menuju ruang 12, setelah berada dalam ruang itu aku bertanya pada temanku "Lhah terus gimana caranya kita bisa ngintip ruang sebelah?". Dengan berbisik temanku mengatakan "dibawah ada lubang yang ditutup tisu, kamu cabut aja tisunya!". Ternyata memang ada tiga buah lubang yang ditutup tisu dan hanya ada satu lubang yang tembus ke ruang sebelah. Aku mulai melihat ruang sebelah dari lubang kecil itu, ternyata ada seorang siswa SMA yang sedang asyik nge'Net, entah situs apa yang sedang ia buka. Tidak lama kemudian siswa SMA itu keluar dan digantikan oleh siswa SMA lagi namun berpasangan (cowok dan cewek).
Tidak sampai menghabiskan waktu 10 menit aku melihat si cowok langsung menggerayangi dan membuka baju seragam si cewek. Adegan selanjutnya ternyata tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Layaknya pasangan suami istri, mereka bersenggama dalam sebuah bilik warnet yang sempit, serasa warnet milik kita berdua.
Seks Bebas, Degradasi Moral, dan Pertarungan Peradaban
Sungguh ironis melihat kondisi generasi muda yang seperti itu. Pergaulan bebas, dan prilaku seks anak muda yang selama ini dikenal lebih kepada perilaku mahasiswa saat ini telah merambah pada kalangan pelajar. Entah bagaimana ceritanya perilaku itu menular pada generasi pelajar SMA di sebuah kota kecil bernama Purwokerto. Banyumas yang dulu dikenal sebagi wilayah ndeso, dan hampir tidak dikenal oleh orang-orang luar banyumas, tetapi kini pergaulan generasi mudanya tak berbeda dengan pergaulan anak muda metropolitan.
Sebuah arus dan pergeseran budaya mudah terjadi dalam gelombang globalisasi saat ini. Tak ada batas-batas lagi antar negara bangsa, apalagi hanya sekedar wilayah dalam satu negara. Begitupun dengan pergeseran nilai dan perdaban. Nilai-nilai tentang bangsa timur yang dikenal santun, tak lagi bisa diidentikan pada sebuah masyarakat.
Fenomena mengenai perilaku seks bebas dalam bilik warnet adalah salah satu imbas dari itu semua. Dunia seks bebas yang dulu hanya diidentikkan di kamar-kamar hotel, villa, losmen, diskotik, dan ikon-ikon dunia para orang berduit, kini sudah merambah pada ruang-ruang bebas atau tempat umum yang bisa diakses oleh siapa saja. Dulu, pembicaraan tentang seks merupakan hal yang tabu. Kini dengan derasnya arus informasi yang membanjiri otak generasi muda, telah membawa pergeseran nilai tentang hal yang dianggap tabu itu. Jangankan menbicarakan, melakukannya pun mungkin sudah menjadi sesuatu yang "wajar".
Dengan mengacu pada analisa Huntington tentang benturan peradaban, dalam konteks globalisasi ini, terjadi sebuah pertarungan peradaban mengenai nilai dan norma dalam sebuah negara bangsa. Seperti yang dikatakan Arjun Appadurai, bahwa globalisasi yang menyebabkan dunia tanpa batas, justru sebenarnya akan melahirkan dunia yang makin terkotak-kotak kecil (global-glokal). Nasionalisme kebangsaan akan berubah menjadi nasionalisme kedaerahan. Sebuah bangsa akan mencoba mempertahankan identitasnya di tengah pertarungan budaya global. Jika melihat kasus yang terjadi tersebut, menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena lemahnya peradaban kita dalam bertarung dengan budaya global. Kita tidak mampu mempertahankan budaya kita yang dikenal sopan, santun, dan beretika. Degradasi moral telah terjadi pada masyarakat kita, generasi muda penerus bangsa.!!

Kondisi seperti ini diperparah dengan adanya permainan dunia ekonomi dan politik. Bisnis diskotik dan tempat-tempat hiburan malam misalnya, yang sudah menjadi rahasia umum menjadi sarang munculnya kehidupan seks bebas. Dalam kenyataannya, pemerintah seolah menutup mata mengenai bahaya ini. Itu terbukti semakin banyaknya tempat-tempat hiburan malam seperti itu. Sejauh ini, tindakan yang dilakukan pemerintah hanya sebatas razia pada para pengunjung, tetapi mengapa tak pernah menyentuh pemilik atau pengelola tempat itu yang mungkin dengan sengaja menyediakan tempat dan kesempatan bagi merebaknya budaya seks bebas. Bahkan sekarang, diskotik membuka akses bagi pelajar dengan cara memberikan tarif bagi pelajar.

Bagaimana kasusnya dengan bisnis warnet? Sekarang bisnis warnet banyak diminati, karena dianggap memiliki prospek keuntungan yang menjanjikan. Warnet-warnet yang memberikan fasilitas dan kenyamanan lebih diminati oleh konsumen. Fasilitas ruangan ber-AC, webcam, headset dengan musik MP3, film, kursi sofa, dan ruangan bilik yang privasi menjadi dambaan konsumen. Apa yang terjadi dengan itu semua? Kini warnet dijadikan tempat mesum karena terlalu privasinya ruang atau bilik warnet. Para konsumen dapat dengan bebasnya melakukan aktivitas apa saja di dalam bilik itu, termasuk berbuat mesum. Ternyata "peluang" ini terbaca oleh kalangan muda (pelajar dan mahasiswa) yang memang konsumen terbesar. Bagi mereka yang tak mampu menyewa kamar-kamar hotel atau villa, warnet adalah "alternatif", karena selain murah juga cukup aman karena tidak dicurigai. Hanya dengan merogoh kocek sebesar tiga ribu sampai empat ribu rupiah per jam, mereka dapat menikmati kenyamanan itu semua. Parahnya lagi, entah sengaja atau tidak, hampir setiap warnet memiliki "stok" film porno dari yang berdurasi dua menit hingga hampir satu jam. Ini semakin membuka peluang dan kesempatan untuk melakukan perbuatan yang nista tersebut.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah gejala ini tidak dirasa oleh pemilik atau pengelola warnet tersebut? Perbincangan megnenai seks bebas dalam warnet sudah ramai di kalangan mahasiswa, namun mengapa tidak pernah dihiraukan oleh pihak pengelola warnet sendiri? Padahal telah banyak juga operator warnet yang mengetahui peristiwa ini, tetapi mereka seolah tidak peduli. Jangan-jangan yang dikhawatirkan adalah bahwa fasilitas yang privasi tersebut memang diperuntukkan hal tersebut sehingga menarik banyak pelanggan. Jika memang demikian adanya, sungguh ironis keadaanya.

Share:
Counter Powered by  RedCounter

Pages

Popular Posts

About Me

Foto saya
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
Seorang Presiden di negara Republik Tinosia

Followers