"Sekadar umpatan yang tersimpan dalam barisan kata"

Rabu, 14 Juli 2010

malam di sudut sekolah

Malam, Aku Rindu


Aduhai malam…
Lemah lunglai aku menatapmu
Tak lengah kubertanya padamu
Menanti parasnya dihadapku
Aku ingat…
Saat kernyit matanya tertuju padaku
Wahai sang malam…
Gelapmu adalah hayalku
Tenangmu adalah kanvasku
Aku mau,
Kau bantu aku untuk melukisnya
Bersama dingin aku duduk tertegun, dan
aku berbisik lirih pada dingin
Aku tersenyum dan berucap, “dingin, kamu tahu dimana dia sekarang?”
aku ingin…
Kau bawa rinduku untuknya
Sembari bersandar pada kepulan kabut
Aku penasaran menerawang lelah
Delapan batang tembakau habis sudah aku hisap
Gelap masih terdiam dan dinginpun berlagak gagap
Hitam tersenyum menatap kubangan di mataku
Oh… malamku..
Sungguh aku merindukannya!

"01.50 dini hari/14-07-10"
Sudut SMANJA
Share:

Rabu, 23 Juni 2010

Naskah Monolog


“Monolog : Homo Homini Lupus”
Karya : Achmad Saptono

Manusia yang satu adalah serigala bagi manusia lainya. Manusia tidak bertindak sebagai manusia.. atau mungkin kita saat ini yang tidak dapat bertindak seperti manusia sesungguhnya, atau mungkin pertanyaan utamanya adalah : Apa sih manusia itu? Banyak film yang menceritakan tentang kekerasan, pelecehan seksual, pembunuhan, perampokan, pembalakan hutan, permainan politik. Hhugh…

Dari dulu sejak jaman adam dan hawa pertama kali ada di bumi, pembunuhan anak adam dan hawa, doktrin gereja, perang dunia, sampai pelajaran sejarah dan juga terorisme termasuk sampai muncul terorisme kelamin. Kekerasan bahkan sampai penghilangan nyawa yang tidak manusiawi, dari yang dulunya factum jadi fakta… jadi kenyataan yang sering aku temui sehari-hari. Berita-berita di televisi setiap hari menyajikan tentang : potong, iris, cincang, mutilasi, bom , bakar, penggal, pemerkosaan, sodomi, serta tindakan-tindakan keji lainnya. Entah kapan tindakan keji itu berhenti dilakukan oleh manusia! Mungkin setelah manusia sudah bereinkarnasi menjadi mahluk sosial. Ahaa… mahluk sosial? Sebuah cita-cita masyarakat yang luar biasa!

Aku yakin Tuhan punya plot dalam cerita ini, Tuhan punya ending dalam naskah ini. Tapi aku juga kadang masih ragu apakah benar Tuhan akan mengirimkan Dajal ke bumi?

Astagaa…. Aku sama sekali sedang tidak menggunjingmu ya Tuhan! Aku hanya sedang mengenang manusia-manusia yang pernah aku dengar kabarnya sejak aku waktu masih pecinta pil BK, inex, putaw, sabu-sabu dan sejenisnya.


Ya! Memang benar, Ini karena masalah iman. Masalah Tuhan. Masalah Kebenaran.. kebenaran siapa? Kebenaran yang ditafsirkan oleh manusia itu sendiri.. Manusia merasa dirinya paling benar kah? Tapi pertanyaannya harus balik ke : apa sih itu benar salah? Baik buruk? Indah tidak indah? Wahyu? Sampai saat ini aku tidak habis pikir. Aku tidak dapat berpikir untuk mendeskripsikan hubungan kausalitas ini. Agh….
Intinya.. Kenapa merasa benar, kenapa merasa paling pintar, merasa paling berkuasa, dan akhirnya main potong, main claim yang lain itu salah! Jika salah maka bukan manusia. Jika bukan manusia, berarti manusia adalah? Mmmmm…..

Sssstt…… begini sebenarnya, jika dicari hubungan lainnya maka mungkin akan terhubung. Manusia saling bantai bagai anjing yang hendak dimasak?Sedang di sisi lain manusia merupakan mahkluk istimewa katanya.
Agama yang menjadi dasar manusia, yang seharusnya mampu menjawab permasalahan- permasalahan sebelum dan sesudah hidupnya manusia.

Justru mungkin lebih tepatnya agama dijadikan masalah oleh orang-orang yang hidup saat ini. Aneh bukan?Agama jadi berbeda. Lhoh kok bisa berbeda?
Iya, karena dapat di lihat dari sejarahnya. Lalu dari berbeda ini kemudian menjadi konflik. Agh… Kenapa bisa konflik? Pemahaman dan sikap interent itu sejatinya untuk membina relasi dengan Tuhan, dan merupakan sesuatu yang personal dan sangat-sangat pribadi.

Jadi ingat, ketika pemahaman keimanan dari seseorang yang sampai ia berkesimpulan bahwa “Tuhanku aku cinta padamu”. Nah, itulah pemahamanya yang seharusnya sama-sama kita hormati. Biarkan setiap orang memahami agamanya masing-masing.

Semua manusia maunya masuk surga?

Tapi merasa surga tempat untuk orang yang benar saja. Berarti kalau begitu, agar bisa masuk surga orang yang benar itu harus “mengalahkan” saingannya yang tidak benar. Ahahahahaa……… benar dan tidak benar? Wow… benar, kalian mau masuk surga? Surga yang mana? Apakah surga Cuma ada satu?
lalu surga yang kalian maksud itu surga yang pernah dijanjikan oleh siapa?

Siapa yang pantas untuk masuk surga? Manusia ataukah srigala? Penjahat kerah putih atau para ulama? Perampok, pemerkosa, pembunuh atau para santri? Presiden atau wakil presiden? Para mentri? Hakim? Jaksa? Gubernur? Bupati? Rektor? Dekan? Dosen? Mahasiswa? Pak Camat yang terhormat? Pak RW? Pak RT? Siapa sebenarnya yang pantas masuk surga?Apakah anda yang mungkin pantas masuk surga?
Apakah anda sudah pernah mendengar berita tentang korupsi yang dilakukan oleh pejabat tinggi kita? Money politic dalam pemilu?Atau mungkin pelecehan seksual yang terjadi beberapa waktu yang lalu?
Yaah!! Benar sekali, memang bukan hanya pejabat yang terlibat skandal pelecehan seksual. Artispun demikian. Pejabat berpolitik, artispun berpolitik. Tidak ada kata cukup bagi manusia saat ini, selalu bilang kekurangan. Hasrat ingin menguasai tidak sebanding dengan hasrat ingin mensejahterakan masyarakat, nafsu rakus menjadi identitas manusia pada jaman sekarang.

“Gaji bulanan, itu Cuma seberapa,” katanya. Akhirnya banyak pejabat yang mencari jalan lain untuk mendapatkan fuluuuss… ahahahahaa………. Pejabat tidak ada di tempat saat ditemui oleh masyarakat, karna mungkin sedang sibuk mencari fulus di tempat lain. Dosen tidak ada di tempat saat ditemui oleh mahasiswa karena mungkin…… Upss…. Maaf aku sok tahu!

Mungkin aku termasuk orang yang diuntungkan karena belum pernah menyandang predikat mahasiswa. Ckckckck….. (tertawa geli). Kemarin aku pernah baca berita di Koran bekas bungkus kacang rebus yang aku makan, katanya akhir-akhir ini banyak mahasiswa yang menjadi ayam kampus, banyak juga mahasiswa yang melakukan hubungan begituan di warnet. Ckckck…. Dulu mahasiswa terkenal di berita karena Narkoba, sekarang mahasiswa terkenal karena Narik kolor mba-mba! Ahahahaa…… aku jadi ingat nara pidana teman satu kamar waktu di dalam tahanan yang ditahan karena mengkonsumsi minuman keras. Dia bilang, “aku minum minuman keras karena aku butuh”.

Benar sekali memang! Manusia punya banyak kebutuhan. Tidak hanya kebutuhan sandang, pangan dan papan saja, manusia juga membutuhkan seks yang menyangkut kepuasan tersendiri, dan banyak kebutuhan lainnya yang menyangkut ego masing-masing manusia. Hanya demi mendapatkan kursi kekuasaan, orang mampu melupakan keluarga, teman sejawat apalagi tentang dosa. Demi mendapatkan uang, orang mau memperalat rekan kerjanya atau bawahannya. Demi mendapatkan kebutuhan seksual, orang mau menipu bahkan sampi membunuh.

Lalu apa hak dari manusia yang mengambil nyawa manusia lainya?
Apa hak dari manusia yang merampas hak manusia lainnnya?
Manusia sudah melupakan kodratnya yang dilahirkan sebagai manusia. Manusia memperkosa ibu kandungnya, memperkosa adiknya, saudaranya. Manusia membunuh kerabatnya, menipu masyarakat. Manusia merusak alamnya. Naluri manusia sudah berubah menjadi naluri binatang. Manusia sudah berubah menjadi homo homini lupus!

-selesai-
Share:

Jumat, 11 Juni 2010

Obrolan Ringan Bareng Penjual Koran

Seputar Kemiskinan, teknologi Informasi, pendidikan, dan tentunya tentang Indonesia

(Rokoknya rokok.... Aqua...Aqua...myzone’nya myzone... nasi rames empat ribu pake ayam, pop mie anget, kopi... mas kopi...)
(Begitu kira-kira para pedagang asongan di kereta ekonomi menuju kota mendoan “Purwokerto”).

Selasa tepat jam 05 lebih 20 menit sore hari di sebuah kereta ekonomi yang penuh sesak oleh pedagang asongan, bau keringat penumpang yang berdesakan bercampur jejak kaki yang kotor oleh beceknya tanah mengelilingi aku yang sedang berdiri di dekat pintu samping gerbong makan. Berdiri di dekat pintu bukan pilihanku memang, tapi karena memang kereta ekonomi yang selalu padat penumpang sehingga aku tak kebagian tempat duduk. Walaupun aku sudah bayar sesuai tarif yang ditentukan, tetapi kembali aku pikir ga masalahlah yang penting aku bisa lebih cepat sampai ke tujuan daripada harus naik bis yang dua kali lipat jauh lebih lama. Saat kakiku terasa lelah untuk berdiri, seketika akupun duduk – jongkok bersebelahan dengan bapak-bapak usia ± 40 tahun.

Bapak-bapak yang duduk bersebelahan denganku di pinggir jalan itu rupa-rupanya penjual koran yang keliling di kereta api sejak 30 tahun silam. Tanpa aku melontarkan pertanyaan, penjual koran itu bercerita banyak tentang semakin susahnya menjual koran di tengah pesatnya teknologi informasi. Menurutnya, saat ia sedang keliling di dalam kereta api menawarkan koran seringkali mendapati penumpang yang sedang mengakses berita melalui telepon genggam. Padahal dulu masih banyak penumpang kereta api yang membeli koran untuk mengakses informasi saat di tengah perjalanan, tambahnya. Dampak sosial yang terjadi pada bapak penjual koran tersebut adalah akhir-akhir ini koran yang ia jual sering tidak terjual sampai habis. Entah tamatan apa atau bahkan pernah membaca buku apa bapak penjual koran itu, yang jelas ia juga sempat melontarkan “Indonesia sampai sekarang masih dijajah sama Jepang mas, bedanya sekarang Indonesia dijajah secara tidak langsung, dari Handphone, komputer, sampai kendaraan bermotor atau mobil yang hampir tiap tahun di produksi. Di kota Tegal sudah banyak orang pintar yang mampu membuat atau merakit kendaraan bermotor dan juga mobil, lihat saja PT Niaga, akan tetapi WAO tidak memberikan ijin produksi ke Pemda Tegal, sehingga kembali Indonesia akhirnya tidak bisa memproduksi seperti Jepang ”.

Di tengah pembicaraan, aku berdiri menghilangkan rasa kesemutan di bagian kaki, dan aku melihat dari kejauhan ada seorang waria yang mengamen di gerbong makan. Dalam hati aku berfikir, “ternyata kereta juga mungkin bisa dikatakan sebagai pusat peradaban”. Aku tidak menuruti apa yang aku fikirkan tadi, tetapi aku memilih untuk kembali duduk dan berbincang kembali dengan bapak-bapak penjual koran.
Kali ini giliran aku yang memulai dengan pertanyaan singkat kepada bapak penjual koran yang dari pagi sampai malam itu, “Pak, njenengan sih pulang ke rumahnya sekitar jam berapa?”. Saat aku menanyakan ini, jujur aku kepingin tahu bagaimana bapak itu membagi waktu untuk keluarganya. Tanpa basa-basi ia menjawab, “kadang aku pulang ke rumah ya jam 08 kadang jam 10 malam – tergantung aku jual koran ke daerah kutoarjo, kebumen atau ke daerah Jatibarang, Cirebon dan sekitarnya. Karna tergantung sama kereta yang aku naiki, kan jamnya beda-beda mas”.

Obrolanku dengan bapak penjual koran tersebut sesaat terhenti karena di sebelah kirinya berdiri seorang anak laki-laki umur belasan tahun. Ternyata tidak lain anak laki-laki itu adalah penjual koran bekas yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya ke SMP, karena keluarganya yang tidak punya biaya. Anak laki-laki asal Ciledug itu sebut saja Ujang. Lalu bapak penjual koran itu menegur Ujang, “Jang, kamu udah makan?”. Belum, “jawab Ujang”. Seolah sudah terjadi kontak batin, bapak penjual koran itu mengeluarkan selembar uang ribuan, “nih Jang aku tambahin buat beli makan”. Tanpa pikir panjang – mungkin saking laparnya, si Ujang pun menerima uang tersebut dan dibelikannya nasi rames. Ujang langsung melahap rames+mendoan sambil duduk di sebelah bapak penjual koran.

Sambil menunjuk jari ke Ujang bapak penjual koran itu bercerita bahwa ia merasa ironis dengan keadaan di kota besar Jakarta yang sering terjadi pemaksaan anak-anak seumuran Ujang untuk gabung di komplotan “Kapak Merah”. Makanya tak heran jika selama ini bapak penjual koran tersebut selalu peduli kepada anak-anak jalanan yang ia temui di kereta api. Bahkan sampai-sampai ada anak jalanan yang dulu waktu kecil – sekitar 20 tahun yang lalu pernah di kasih makan olehnya kemudian di dalam kereta mereka bertemu kembali, bapak penjual koran diberi amplop berisi uang 50ribu oleh anak jalanan yang dulu pernah dikasih makan oleh bapak-bapak penjual koran tersebut.

Obrolan ringan di dalam kereta ini mungkin berbicara sebagian kecil dari realitas kemiskinan yang terjadi di Negara kita. Masih banyak pedagang asongan lainnya yang saya kira punya banyak pengalaman hidup yang pahit, atau bahkan karena terjepit susahnya mencari nafkah akhirnya mereka mencari nafkah dengan terjun ke tindakan yang melanggar hukum.
Mari melihat realitas dan mari berbagi cerita!


*Ctt : Obrolan dengan penjual koran versi aslinya menggunakan bahasa ngapak banyumasan, sengaja di rubah ke bahasa indonesia agar mempermudah pembaca dalam mengartikannya. Trimakasih...
Share:

Selasa, 01 Juni 2010

untuk hal yang aku cari


Antara Raflesia dan Rosa hybrida

Kusingkap telapak tanganku
kubalik tubuhku
kurebahkan fikirku
kutenggadahkan hayalku
kugaruk kepalaku...
kuremas jari-jariku
kusanggah daguku
kusentuh dahiku
kuatur nafasku
kubuka lebar mulutku
kukencangkan kerutku
kuturunkan wajahku
kutarik lengan bajuku
kuikat rambutku
kupandangi atap kamarku
kuraba dinding ranjangku
kutegangkan urat nadiku
kukepalkan tanganku

dan...
saat jantung berdegup kencang
sesekali kupejamkan mataku
kubenahi hayalku
lalu kembali kurebahkan tubuhku
kulipat kedua tanganku di dada

akupun terlelap
aku hanyut dalam mimpiku

di dalam mimpiku
kudapati serangkai Rosa hybrida segar
parasnya nan elok
wanginya yang menebar
warnanya yang merayu
menuntun langkahku untuk memetiknya
sambil tergesa dan mengusap keringat di dahi
perlahan aku menghampirinya
kugenggam lengannya
Rafflesia arnoldii ternyata yang kusentuh benang sarinya...
ternyata Rosa hybrida itu si parasit Rafflesia arnoldii...
Seketika akupun tercengang
dahiku semakin mengernyit

dan...

Serentak kubuka mataku
astagaa....
aku baru saja terjerembab dalam mimpi

Rosa hybrida...
Rafflesia arnoldii...

Kau menyisakan Kernyit di dahiku!!!
Share:

Kamis, 27 Mei 2010

Sejarah HMI

Sejarah Singkat Kelahiran HMI

Kelahiran HMI tidak dapat dilepaskan dari Lafran Pane yang karena jabatannya sebagai ketua III senat STI (Sekolah Tinggi Islam yang sekarang Universitas Islam Indonesia), ia sekaligus menjadi Pengurus Pusat PMY (Persatuan Mahasiswa Yogyakarta) untuk wilayah STI. Oleh karena itu, ditubuh STI waktu itu ada satu seksi yang disebut sebagai “Seksi PMY” yang diketua oleh Lafran Pane. Pengalaman Lafran Pane sebagai salah satu fungsionaris organisasi ekstra Universitas itulah yang kemudia mendorongnya membentuk satu organisasi ekstra yang beranggotakan mahasiswa-mahasiswa Islam.
Pada tanggal 5 Februari 1947, bertempat disalah satu ruang kuliah STI di Jl. Setyodiningratan, Lafran Pane bersama 20 orang mahasiswa STI mengadakan pertemuan untuk mendirikan sebuah organisasi mahasiswa Islam yang diberi nama “Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)”. Hasil pertemuan tersebut kemudia diajukan ke Rektor STI, KH. A. Kahar Muzakkir, dan mendapat sambutan yang sangat baik. Bahkan, konon KH. A. Kahar Muzakkir memberikan bantuan finansial setiap bulanya sebesar Rp. 25,- (dua puluh lima rupiah) untuk kelangsungan hidup organisasi tersebut. Pada perkembangannya, organisasi tersebut terus hidup dan berkembang luas yang tidak terbatas pada mahasiswa STI atau mahasiswa UII dikemudian hari, tetapi juga merambah ke berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta. Sekembalinya pemerintah RI ke Jakarta, HMI ikut dipindahkan ke Jakarta yang diketuai oleh Lukman untuk beberapa bulan, kemudia diteruskan oleh A. Dahlan Ranuwihardjo.
Hari ini tepat 62 tahun usia HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), Setelah melewati hari-hari yang panjang HMI tetap kokoh berdiri tegak menjawab tantangan zaman. Organisasi perkaderan yang bersifat kemahasiswaan ini besar karena loyalitas perjuangan orang-orang yang ada didalamnya, suatu kebanggan tersendiri ketika dapat bergabung dengan orang yang memiliki semangat militansi perjuangan yang tinggi.
Awal Masuk Jogjakarta
Tahun 2004 saya menginjakkan kaki di tanah jawa tepatnya di Jogjakarta, yang terkenal dengan sebutan kota pelajar atau juga terkenal dengan kota Gudeg makanan khas Jogjakarta. Tepat jam 19.00 waktu Jogjakarta saya mendarat dengan selamat di Bandara Aji Sucipto Jogjakarta dengan selamat, dan dengan keadaan lutut dan lengan kanan ku yang masih luka akibat kecelakaan motor di kampong halamanku Kuala Enok INHIL-Riau.
Kebingungan mulai melanda pikiran saya untuk memilih Universitas mana yang harus dipilih, mondar-mandir keluar-masuk kampus ikuti tes sana-sini, akhirnya saya diterima dua Universitas sekali gus. Lagi-lagi kebingungan memilih Universitas apa yang dipilih. Mendengarkan saran abang saya yang lebih condong ke UII (Universitas Islam Indonesia), akhirnya saya ikuti saran beliau untuk kuliah disana, makasih abang ku yang baik hati.
Babak baru dimulai dengan mengenal kampus perjuangan UII, dimana UII memang didiriakan oleh funding fathrer para pejuang bangsa. Sayang banyak mahasiswanya tidak menyadari hal itu, ya memang UII sudah banyak berubah baik secara fisik dan kultur. Namun disamping itu semua saya tetap merasa bangga dan bahagia serta bersyukur kepada Allah SWT, karena telah mentakdirkan saya kuliah di UII dengan segenap kekurangan dan kelebihannya.
Mulai Mengenal Organisasi
Hal yang melengkapi kebanggaan dan kebahagian itu adalah ketika saya ikut bergabung dengan HMI MPO, organisasi yang lahir di UII sungguh membuat saya seakan tidak percaya kalau saya menjalani semua ini. Awalnya saya anti dengan yang namanya HMI karena waktu itu pengetahuan saya masih dangkal tentang pergerakan dan HMI. Ditambah lagi dengan HMI yang katanya pecah menjadi dua membuat saya bingung. Malah sebelum saya bergabung dengan HMI MPO saya sempat menghujat HMI MPO dengan mengatakan anak haram dari HMI, namun kebencian itu akhirnya menjadi cinta yang mendalam dan rela menumpahkan pikiran, keringat serta darah demi membela HMI MPO, setelah saya mengenal dengan baik apa itu HMI?...
Tahun ini merupakan tahun ke tiga saya menjadi kader HMI MPO, hari-hari yang panjang menuju HMI MPO adalah masa pencarian jati diri mencari organisasi yang sesuai dengan jiwa saya. Satu tahun lebih saya mencoba memahami arah gerak organisasi, saya coba memahami organisasi intra dan extra kampus, baik didalam UII maupun diluar UII. Saya sempat terlibat dengan masuk salah satu organisasi extra kampus, namun itu tidak berlangsung lama karena tidak sesuai dengan jiwa saya dan sifat mahasiswa yang seharusnya independent.
Masuknya saya menjadi seorang HMI MPO sebenarnya tidak lepas dari orang-orang yang loyal terhadapa HMI MPO, dengan karakter ku yang tidak mudah untuk jatuh cinta langsung dan percaya terhadap suatu organisasi membuat proses masuk HMI MPO menjadi tarik ulur. Dengan kesabaran yang luar biasa seorang teman dapat menyadarkan saya bahwa jiwa saya adalah HMI MPO.
Ada tiga kawan yang berperan besar dalam upaya mengenalkan saya kepada HMI MPO, yaitu adalah Kharisma Aji Mahastoto (Sekum HMI MPO KomFak TI dan Ketua Komisi II DPM UII), orang yang begitu sabar mengajak saya untuk masuk HMI, saya banyak belajar dengan kawan yang satu ini tentang dealektika dan komunikasi dalam organisasi, selanjutnya mas Denny Dwi Apriliano (Manta Ketua LEM UII 2006-2008), yang selalu memberikan motifasi kepada saya untuk percaya diri menjadi seorang pemimpin, dan Heni Wijayanti (Ketua LEM UII 2008-2009), yang pertama kali memberikan saya artikel-artikel tentang HMI MPO serta semangatnya yang selalu saya contoh loyalitas dalam organisasi.
Dalam milad HMI yang ke 62 ini saya ucapakan terimakasih untuk sahabat saya, kawan saya dan saudara saya seperjuangan, kader-kader HMI MPO Komisariat Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, Kakanda dan Adinda, Imam Komisariat(Pak Memet), Dewan Penasehat Komi (Kanda Novril), Takmir Komi (Kanda iDank dan Ardhi), dan semua kader yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu-persatu.
Demikian sedikit cerita tentang hari-hari panjang menuju HMI MPO, saya bukanlah seorang yang panatik terhadap sesuatu hal, pada dasarnya semua organisasi mahasiswa adalah baik, sama-sama memiliki landasan organisasi, dan kembali Kediri masing-masing apakah mau bergerak berjuang, karena sebagus apapun organisasinya kalau didalamnya tidak memiliki etos perjuangan yang tinggi maka sangat mungkin sekali organisasi tersebut diambang kehancuran.
HMI MPO terbukti selama 62 tahun tetap berdiri tegak, silahkan saudara pembaca simpulkan masing-masing, saya tidak bilang bahwa HMI MPO yang terbaik, setaip organisasi memiliki kekurangan dan kelebihan




Ya Allah Berkahi
Bahagia HMI….
Yakin Usaha Sampai!

Untuk lagu Himne HMI, silahkan download di sini

*Tino (Direktur LAPMI HMI MPO Cabang Purwokerto Periode 2010-2011)
Share:

Sabtu, 22 Mei 2010

Sajak saya

Celah Hati
jangan kau salahkan aku jika semakin hari aku semakin pandai menaruh hati...
karna kau jua-lah yang sengaja membukakan celah-celah hati
demi malam yang slalu mengiringi rindu
aku akan suratkan mimpi untuknya tanpa ragu

selayaknya pelangi setelah hujan
pesonamu begitu menawan
mengajakku bersenggama dengan senyuman
sesekali aku nikmati bayang dalam lamunan
barangkali aku tlah di mabuk kecupan malam

kembali aku mereguk sajak tuk penuhi tiap sudut penuh cahaya
Share:

Selasa, 27 April 2010

Aku rindu malamku

Bayangan itu selalu ada
Di setiap embun dan jam yang berdetik
Saat aku membuka jendela

Bayangan itu datang di setiap penjuru
Mengikatku…
Dari balik punggungku
Mengintipku dari celah-celah cahaya

Bayangan itu merubah langkahku
Merubah malamku
Seketika aku ajak bayangan itu bercengkerama

Aku menegurnya dengan sapaan
Siapa kamu?
Dan bayangan itupun dengan akrabnya dia melambaikan tangan
Mendekatiku, bersalaman denganku

Saat kupandangi bayangan itu
Tak kudapati apa warnanya
Bagaimana wajahnya
Dogo argentina pun tak kan mampu melacak siapa dia
Beberapa waktu lalu bayangan itu menyapaku

Ah, aku pun semakin bingung dibuatnya
Aku pun semakin susah menemukan malam-malamku
Ingin aku lari, tapi aku enggan….
Aku bukan pelari...


Kantin FISIP, pukul 01 dini hari
Purwokerto, 27 April 2010
Share:

Kamis, 01 April 2010

Perayaan salah kaprah


APRIL MOP : Perayaan Tanpa Esensi
 oleh : Achmad Saptono

Pagi itu di sebuah kantin kampus, datang sekelompok mahasiswa dan mahasiswi dengan kostum berwarna-warni layaknya pengunjung pusat perbelanjaan. Mereka duduk di meja kantin paling selatan yang berada di depan meja tempat aku duduk menikmati segelas kopi. Suasana kantin yang tadinya sepi seketika berubah menjadi sahut-sahutan mahasiswa/mahasiswi memanggil pelayan dan memesan makanan serta minuman. Sambil menunggu pesanan datang, seorang mahasiswa yang akrab di panggil Amar, laki-laki berambut lurus – panjang sebahu memulai perbincangan dengan bertanya kepada lima temannya, “eh… besok kan tanggal 01 april, enaknya kita bikin acara apa ya?....”. belum selesai Amar bertanya tiba-tiba Aldo temannya memotong pertanyaannya, “Gimana kalo besok kita kerjain si Danu aja?”
*Kurang lebih seperti di atas ilustrasi perbincangan yang ada ketika menjelang bulan APRIL.
Entah kenapa alasannya tanggal 01 April seolah menjadi hari yang special. Perayaan dengan membuat kejutan kepada teman dekat, pacar, kekasih atau orang-orang yang mempunyai hubungan tertentu dengan si pelaku yang merayakan APRIL MOP. APRIL Mop, dikenal dengan April Fools' Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari tersebut, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap teman dan tetangga, dengan tujuan mempermalukan mereka-mereka yang mudah ditipu.
*Aku pribadi jujur masih bingung kenapa APRIL MOP dimaknai dan dirayakan seperti itu, nah… untuk lebih jelasnya mari kita tengok sejarah APRIL MOP!z
SEJARAH APRIL MOP
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.
Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.
Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.
Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.
Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.
Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).
Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.

*Diambil dari berbagai Sumber
*Buat kalian yang masih atau ingin meryakan APRIL MOP dengan membuat lelucon, menipu orang atau sejenisnya aku saranin pertimbangkan lagi deh….


Share:

Selasa, 16 Maret 2010

Tiada Kesan


“Sorry ya, sebelumnya aq minta maaf, aq uda gmau ad urusan lg mslh kkn, kkn uda slese, klo bs tlong anggep aj g knl ma aq, krn aq jg uda lpain klian smua, sblumnya maaf bgt, gusah dbls.” Sent : 21:35:45/15-03-2010.

Satu paragraf tulisan di atas aku ketik ulang dari inbox handphone’ku beberapa jam yang lalu. Pertama kali aku baca sms itu, ekspresi yang muncul dari raut wajahku adalah tersenyum kemudian disusul oleh rasa penasaran “betapa mudahnya dia mengirim sms ini” dan setelah itu aku kembali terkekeh sendiri. Ckckckkck….. kenapa se cetek itu analisanya?

Masih penasaran dengan maksud sms itu akhirnya aku pun buka FB kemudian nge’cek FB si pengirim sms tadi, ternyata aku mendapati status FB nya : “FUCKING VILLAGE “ dengan comment di bawahnya yang menunjukkan bahwa sengaja dia mengirim sms tersebut untuk memutuskan hubungan pertemanannya dengan temen-temen KKN’nya. Hahahahahahahaa….. kembali aku tertawa dan sesekali bertanya-tanya dalam hati di depan note book. Maksud kamu apa? H+2 perpisahan KKN aku sms tanya tentang kapan mau kumpul ngerjain laporan ga di bales, sekarang malah tiba-tiba sms konyol!

Sampai unek-unek ini aku posting, sama sekali aku belum mendapatkan apakah laporan KKN sudah digarap atau belum, bahkan kabar/keberadaan mereka (temen-temen KKN) sedikitpun tak kuketahui.
Betapa konyolnya pengalaman KKN’ku ini, berbanding terbalik dengan pengalaman-pengalaman yang di rasakan banyak temenku. hhuFt…
Share:

Sabtu, 13 Maret 2010

Ngobrol ngenggo bahasa ngapak kok isin?

Bahasa ngapak banyumasan saya kira bukan bahasa yang sama sekali memalukan, ada keunikan dan ada kebanggaan tersendiri bagi saya ketika berbahasa ngapak. Ya, saya memang bukan warga asli banyumas. Turunan atau saudara saya yang asli banyumas pun saya tak punya. Saya asli Cirebon, domisili saya juga Cirebon. Berbahasa Cirebon : ira – kita (baca : kamu – saya), atau bahasa yang layaknya digunakan oleh orang-orang Cirebon pada umumnya sedikitpun saya tidak pernah merasa malu untuk berbicara dengan menggunakan bahasa Cirebon yang katanya kasar itu. Tapi, ketika teman saya yang asli Banyumas mengajak saya berbicara dengan menggunakan bahasa ngapak, saya pun mencoba untuk menggunakan bahasa ngapak. Terlepas dari fasih atau tidak saya berbahasa ngapak itu, saya tetap menggunakan bahasa tersebut walau kadang logat/intonasinya masih menggunakan logat Cirebon atau agak ke sunda-sundaan.

Sudah hampir 4 tahun saya tinggal di Kota yang terkenal dengan ngapaknya ini. Setiap hari kalau di prosentasekan, 70 – 80% keseharian saya baik di lingkungan kampus atau dimanapun saya akhirnya berbahasa ngapak. Kenapa? Karena memang mayoritas teman kuliah saya asli banyumas dan saya pikir dengan saya berbasaha ngapak minimal saya bisa lebih akrab lagi ngobrol dengan teman-teman saya yang asli banyumas tersebut. Dengan saya yang hanya menggunakan bahasa Indonesia di forum-forum resmi atau forum perkuliahan bukan berarti saya menafikan bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan kita, bahasa nasional kita. Beberapa waktu lalu kita berteriak-teriak “jangan sampai budaya kita di claim oleh bangsa asing”, tapi sadar atau pun tidak dengan kita yang enggan berbahasa ngapak maka lambat laun bahasa khas banyumas tersebut akan hilang kemudian bisa jadi muncul dan berkembang di Negara lain sehingga akan di claim oleh Negara tersebut. Semoga saja ini hanya ketakutan saya yang berlebihan akan eksistensi bahasa ngapak di Banyumas – Jawa Tengah.

Pengalaman saya selama di kota mendoan, banyak kalangan remaja asli banyumas baik laki-laki maupun perempuan yang enggan menggunakan bahasa banyumas karena merasa malu karena medoknya bahasa tersebut. Bahkan saya pernah mendapati statement dan status di FB yang isinya “ganteng-ganteng kok medok, atau cantik-cantik kok medok”. Betapa konyolnya andai status itu ditanggapi dengan serius! Pengaruhnya apa coba “bahasa yang medok” dengan “paras yang cantik atau ganteng”? hahahaa. . .
Banyaknya bahasa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah kekayaan yang luar biasa tak ternilai harganya saya kira. Masa hanya karena medoknya bahasa ngapak, kita malu untuk berbahasa ngapak? Apalagi tidak mau berbahasa ngapak karena takut tidak ada lawan jenis yang tertarik (I’ll feel) dengan kita. Monggo di refleksikan!!!
Share:

Kamis, 25 Februari 2010

aku rindu

Aku Rindu namun tak mampu

Bau asam keringat
Kantung mata yang menghitam
Dahi mengkerut dan mata yang memerah saling tatap
Berebut meraih idealisme
tak pernah aku dapati di sini
betapa aku sangat tidak siap terasing
aku sangat merindukan segelas kopi hitam dini hari
aku rindu teriakan-teriakan yang tertuang dalam lembar kertas di dinding
betapa aku tidak siap menjadi peluru
jangankan untuk menembus
menyentuh dinding itupun aku ragu
aku tak mampu
betapa aku belum siap dengan realitas yang ada

(PGL-BMS, 11 Feb 2010)

Share:

untukku dan untukmu

Untuk Kawanku …………

Kamu bukan kamu…
Dengan dahi berkernyit dan… lagi berkata
Kau tampak manis kali ini kawanku
Dua tangan yang kau simpan rapih di samping pinggang
Tak biasa aku melihatnya seperti itu
Kamu bukan kamu…
Senyum yang tak lepas
Tawa yang tersendat
Tak biasa aku mendapati itu padamu
Aku sok tahu katamu?
Tidak kawanku…
Bukan Cuma aku seharusnya yang kamu bilang sok tahu
Tapi mereka juga,
Aku hanya ingin tahu kawanku
Aku masih ingat benar suara langkah kakimu
Aku masih mencium semangatmu
Kamu bukan kamu…
Kamu yang aku kenal adalah kamu yang mampu melangkah pasti
Kamu yang tegas, kamu yang berani dan kamu yang mau mencari
Kamu tak sendiri kawanku!!!

(PGL-BMS, 11 Feb 2010)
Share:

Minggu, 17 Januari 2010

kulihat bulan

Aku melihat bulan dalam hatimu


Bagai pagi hari parasmu
Bagai firdaus senyummu
Bagai rindangnya dedaunan tatapmu
Suaramu adalah magnet bagi hatiku
Aku melihat bulan dalam hatimu


~Pwt, 10 nov 09~
Share:

Selasa, 22 Desember 2009

Samuel Beckett


Samuel Beckett

Samuel Beckett bernama lengkap Samuel Barclay Beckett. Ia lahir di Foxrock, Dublin, Irlandia, pada tanggal 13 April 1906 dan meninggal di Paris, tanggal 22 Desember 1989. Pada usia 21 tahun ( 1927 ) ia telah menyelesaikan jenjang pendidikan bachelor of arts (BA) dengan predikat sangat memuaskan di bidang sastra Italia dan Prancis. Kemudian, berkat dorongan guru-guru besarnya ia di kirim ke Prancis untuk mengajar bahasa Inggris di Ecole Nomale Superieure di Paris tahun 1928.
Dua tahun kemudian ia kembali ke tempat kelahirannya untuk mengajar bahasa dan sastra Prancis di Trinity College sekaligus menyeselesaikan Masternya. Tahun 1932 ia kembali lagi ke Paris dan tidak lagi meneruskan kariernya dibidang pendidikan, tapi ia lebih memilih sebagai penulis esai dan sastra dengan bergabung di kelompok kesenian.

Karya-karya Beckett banyak ditulis dalam bahasa Inggris dan Prancis. Selain menulis puisi dan novel Beckett pun menulis lakon – Menunggu Godot merupakan lokon pertamanya yang dibuat dan mengantarkan dirinya meraih hadiah Nobel tahun 1969 untuk bidang kesusastraan, tapi sebelumnya ia pun telah meraih berbagai penghargaan dibidang seni dan sartra yang di antaranya, Obie Award, Itali Prize dan disusul penghargaan lainnya seperti dari National Grand Prize for Theaterm New York Drama Critics Circle Citation.
Share:

Profil Anton Pavlovich Chekov




Anton Pavlovich Chekov lahir di kota pelabuhan kecil Taganrog, Rusia Selatan 29 Januari 1860. Terlahir dari keluarga kelas menengah, beliau sempat menikmati pendidikan memadai. Namun karena kebangkrutan bisnis ayahnya, mereka hidup dalam kemiskinan, sampai-sampai Chekov menghidupi diri dengan tulisan2 di media massa.

Pada masa itu tulisan-tulisan Chekov terbit di media2 humor populer, baru pada 1880an terbit cerpen-cerpennya yang lebih menunjukan kreativitas dan rasa seninya, ditandai dengan terbitnya kumpulan cerpen "Pusparagam Cerita". Pada saat itulah muncul karya-karyanya yang kemudian menjadi legendaris, seperti Ruang Inap No.6, Manusia Dalam Kotak, Wanita Dengan Anjing, dan Riwayat yang Membosankan.
Anton Chekov adalah raja cerpen Rusia yang banyak menginspirasi cerpenis2 yang muncul kemudian. Ciri khas cerpen2 Chekov adalah cerita yang merakyat, kehidupan orang yang "nyata" serta kritik sosial-kemasyarakatan yang kental, di zaman Komunis yang korup dan semena-mena.

Ciri karangan Chekov yang jujur menceritakan orang-orang yang biasa adalah kelebihannya di zaman itu. Sastra yang kental dengan imajinasi yang "membumbung tinggi" dan kaya akan bahasa "sulit" tidak berlaku bagi Chekov, dan justru di situlah kelebihannya. Membumi dan mengena.
Chekov juga menulis novel dan naskah drama, seperti Paman Vanya, Tiga Bersaudara, dan Kebun Ceri. Menurut Motinggo Busye (yang menganggap Chekov adalah gurunya) drama2 Chekov sangat kuat mengikat penonton melalui bentuk "farce" atau banyolan yang mengena. Chekov meninggal pada 2 Juli 1904.


Share:
Counter Powered by  RedCounter

Pages

Popular Posts

About Me

Foto saya
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
Seorang Presiden di negara Republik Tinosia

Followers