Kenapa konteksnya organisasi kampus, jawabannya simple karena saya masih suka main alias nongkrong di kampus (Mahasiswa). Berorganisasi atau tidak itu adalah sebuah pilihan, tergantung dari mereka ketika mengartikan apa itu yang dimaksud dengan organisasi? Apa motivasi mereka ikut organisasi?
Sependek yang saya dapatkan dari bangku kuliah, bahwa pengertian organisasi dapat dilihat dari dua aspek antara lain :
1.Aspek Statis yaitu suatu wadah atau tempat kerjasama sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Bentuknya adalah bagan serta struktur organisasi tersebut.
2.Aspek Dinamis yaitu suatu interaksi yang terjadi antar anggota dan antar organisasi dengan lingkungannya.
Bentuknya adalah - organisasi terbuka atau tertutup,
- organisasi statis atau dinamis.
Ber-organisasi Demi Masa Depan
Jarang memang orang ber-organisasi yang mempunyai motivasi demi (untuk) masa depan. Andai saja semua individu mempunyai orientasi bahwa ber-organisasi itu penting bahkan sangat menentukan masa depan kita. Ketika kita serius dalam ber-organisasi maka di dalam organisasi kita mendapat banyak pelajaran dan juga pengalaman yang tidak bisa kita dapatkan di ruang kelas/ruangkuliah*.
Maaf, ini bukan promosi atau-pun memprovokasi pembaca semua untuk terjun dalam dunia organisasi tapi ini sekedar berbicara realita yang pernah penulis alami. Terdapat beberapa manfaat pelajaran yang didapat dari ber-organisasi, antara lain :
1)Belajar bekerjasama dalam menjalankan program kerja
2)Belajar menganalisis/menyelesaikan permasalahan
3)Belajar mengelola uang saat mencoba mempertahankan dan memajukan organisasi
4)Belajar mengendalikan diri (ego)
5)Belajar disiplin/memanfaatkan waktu
6)Mendapat teman/jaringan lebih banyak
7)Dan masih banyak manfaat latent yang lainnya.
Beberapa manfaat yang sudah saya tuliskan di atas mungkin hanya sebagian dari sekian banyak manfaat yang didapat dari berorganisasi, karena satu hal yang harus kita ingat bahwa ber-organisasi adalah modal kita dalam hidup bermasyarakat, berbangsa atau bernegara. Karena di dalam masyarakat, bangsa atau negara terdapat sistem/norma yang mengatur dan menjalankannya sama seperti halnya di dalam organisasi.
Sampai saat ini saya masih mempercayai bahwa ber-organisasi itu dapat menentukan masa depan kita. (Noy).
Selasa, 11 November 2008
Tags
- all about my mind (43)
- Berbagi (5)
- Mari Merenung (5)
- Mirip Puisi (45)
- Nyeni (8)
- pengalamankoe (5)
- Profil Seniman (2)
- Sejarah (1)
- unek2 (17)
- warning2 (1)
Pages
Popular Posts
-
Janda di dada aing! Oleh : Tino Achmad Saptono* Aku pria 22 tahun yang baru saja lulus kuliah tahun lalu, namun sekarang sudah b...
-
MONOLOG : R E P U B L I K T I K U S Oleh : Achmad Saptono [1] PROLOG : Selamat datang di REPUBLIK TIKUS untuk seluruh warga dari...
-
“Monolog : Homo Homini Lupus” Karya : Achmad Saptono Manusia yang satu adalah serigala bagi manusia lainya. Manusia tidak bertindak sebaga...
-
Anton Pavlovich Chekov lahir di kota pelabuhan kecil Taganrog, Rusia Selatan 29 Januari 1860. Terlahir dari keluarga kelas menengah, beli...
-
Untuk Kawanku, itu Kawanmu Tak perlu kita menjauh Tak semestinya kita acuh Kita manusia punya cinta Punya rasa, tuk peduli sesama Perempuan...
-
Penyakit tak Disadari? Indonesia tanah airku, tanah beli, air juga beli… (Harry Roesli) Barangkali salah satu ciri dari Negara y...
-
Ini Tentang TIKUS Oleh : Achmad Saptono Dunia sedang kacau. Jambret masuk desa, rampok masuk ruang guru, maling masuk tempat-t...
-
“Mensana in Corporesano” Oleh : Achmad Saptono Pemain : Aleksander (Pria Dewasa 40 Tahun) Junos (Supir Truk Sampah 45 Tahun) Pierce (Pemul...
-
Warnetku warnet kita berdua Oleh : Achmad Saptono (Panggil; Tino) "Dunia serasa milik kita berdua, kata-kata indah ini mungkin yang a...
-
Menulis Hasrat atau Berhasrat Menulis! [1] Oleh : Achmad Saptono [2] “Harus ada keresahan dul...
0 comments:
Posting Komentar