Jahatnya Penyakit Pragmatisme!
Oleh : Tino*

Kembali ke benang merah! Judul yang tertulis diatas arahannya akan lebih berbicara tentang kesiapan dan persiapan individu saat hendak melangkah jauh. Hal kecil misalnya saja belajar atau baca buku, sebelum baca buku tentang B seharusnya baca dulu yang tentang A nya. Sebelum ngomong A, individu itu harus pelajari dulu A sampai benar-benar mengerti atau kalau dituliskan ke dalam kata-kata Mutiara, “Jangan terlalu cepat menyimpulkan” atau “Kalau sudah merasa paham, Jangan langsung besar kepala kemudian banyak bicara”. Kurang lebih seperti itu, karena di atas langit masih ada langit. Benar kan?
Jadi kalau ada yang mau belajar filsafat, (sebaiknya) pelajari dulu tauhid, al-qur’an dan As-sunnah (bagi yang muslim) atau perdalam dulu ilmu tentang keyakinannya. Kalau ada yang ingin belajar Postmodern, (sebaiknya) pelajari dulu perkembangan munculnya Postmodern tersebut, kan sebelum Postmodern ada Modern dan Klasik. Contoh lainnya, kalau ada yang ingin berdebat, berdialektika (sebaiknya) baca dulu referensi atau bukunya sampai tuntas. Sekarang gampangannya gini deh, kalau misalnya kamu banyak ngomong tanpa landasan yang jelas atau sudah menyimpulkan sebelum mengetahui semuanya, kemungkinan besar 90 % argumen kamu akan terbantahkan oleh mereka yang sudah membaca buku atau mempelajari sampai tuntas. Apalagi ketika banyak ngomongnya tanpa memberikan tawaran solusi yang konkret! Kamu bakalan masuk anggota kelompok NATO deh. Kalau di kampus saya mah terkenal dengan sindiran, “mahasiswa kok bisanya Cuma ngritik doang!”.
Ingat! Jahatnya penyakit Pragmatisme, semakin hari semakin mengajak kita untuk beralih ke pola hidup instant. Bahkan dalam hal berfikir kitapun terus dipengaruhi oleh penyakit tersebut. Jangan terlalu cepat menyimpulkan!!! Baca buku atau Kenali dan pelajari lagi lebih jauh dan sampai kamu benar-benar merasa yakin bahwa kamu mengerti akan suatu hal karena ada landasan yang kuat, karena referensi yang jelas! Dengan seperti itu, kamu akan jauh dari rasa ragu untuk berbagi pengetahuan dengan orang lain.
0 comments:
Posting Komentar